#hendrik-rompas, belawan
Seribuan pengguna Jalan KLY Sudarso tepat di Simpang Kantor di rendam banjir air hujan semalaman, pada Jum’at malam hingga Sabtu dinihari ( 06/05/2023).
Akibat air hujan yang mengguyur wilayah Medan Utara cukup deras tersebut, Jalan KLY Sudarso di kawasan Simpang Kantor Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan tersebut di rendam air mengakibatkan pejalan kakik dan pengguna sepeda motor kesusahan saat melintasinya.
Malahan banjir air hujan tersebut hingga merendam Jalan menuju ke Kelurahan Sei Mati, di terowongan jembatan Belmera air merendam setinggi lutut dan susah di lalui pengendara sepeda motor maupun pejalan kakik. Banyak sepeda motor yang perangkap dan menjadi mati mesinnya, selain itu pejalan kakik harus menggulung celana dan membuka sepatunya.
Menurut H Samosir warga Kelurahan Sei Mati,Jalan dan terowongan ini setiap hujan deras airnya merendam.Sebabnya karena drenacenya tidak berpungsi di sumbat sampat dan lumpur.Maka airnya melimpah kebadan Jalan hingga ke terowonga dan menyusahkan pengguna Jalan yang jumlahnya seribuan orang baik yang keluar masuk ke Kelurahan ini.
Harapannya, Pemerintah Kota Medan segera memperbaiki drenace sepanjang Jalan ini yang disumbat berbagai macam sampah dan drenacenya dangkal sehingga airnya meluap ke badan Jalan hingga keterowongan. Masih menurut H Samosir, drenace ini di brrsihkan oleh Dinas Kebersihan tapi hanya mengambil sampah sampah yang di atas saja.Selain itu kawasan ini tidak pernah di kontrol oleh Camat.
Pengamatan Wartawan ini di lapangan, akibat jalan KLY Sudarso dan Jalan menuju ke Kelurahan Sei Mati di rendandam banjir airnya, banyak anak anak yang akan brrlajar di rumah sekolah saat berjalan kakik terpaksa harus membuka sepatu.Selain itu para pengendara sepeda motor yang nekat menerobos masuk kedalam terowongan mengalami mati mesinnya dan harus menyorong. ***


