#hendrik-rompas, belawan
Karena permintaanya tidak dipenuhi, seorang suami tega menikam istrinya hingga kritis di rumahnya di Jalan Pasar IV Barat Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Selasa (09/03/2021).
Akibatnya korban,Sriwanti (38)menderita luka tikaman di bagian wajah, kepala dan telinga.Usai menikam istrinya, sang suami biadab tersebut Sw (40) langsung melarikan diri. Menurut Informasi yang diperoleh di kantor Polsek Medan Labuhan, pagi itu, korban didatangi suaminya untuk meminta uang namun korban tak memberinya.
Bahkan, korban malah menyuruh suaminya agar bekerja untuk mencari nafkah buat keluarga dan tiga anaknya. Karena merasa tersinggung mendengar ucapan dari istrinya itu, sang suami emosi dan menikam istrinya sebanyak lima kali lalu kabur meninggalkan korban dalam kondisi bersimbah darah hingga nyaris tewas.
Warga yang mendengar jeritan korban meminta tolong lalu mendatangi rumah korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Wulan Windi Medan Marelan.
Sejumlah personil Polsek Medan Labuhan yang mengetahui peristiwa itu segera datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban Sriwanti menderita luka tikaman di bagian wajah, kepala dan telinga. Sementara pelaku penikaman, yakni suaminya sendiri berinisial bernama masih dalam pecarian petugas Polsek Medan Labuhan.
Lala,18, putri korban, menuturkan bahwa ayah tirinya itu selama ini bersikap arogan dan sering mengancam ibunya bila tak diberi uang. Dia tidak senang disuruh kerja. Mama capek selama ini kerja jualan sendiri, dia mau enaknya aja. Dia kepala rumah tangga anak tiga, nggak mikirkan masa depan anak-anaknya, kata Lala’
Lala menambahkan, ayah tirinya selalu bersikap arogan dan sering mengancam dia dan ibunya dengan senjata tajam jika tidak diberi uang.Jika sudah di beri uang oleh mama, ayah tirinya itu langsung pergi membeli sabu sabu dan berjudi main tembak ikan.Saat kejadian saya lagi di luar rumah. Ayah tirinya itu selalu membawa sajam.
Lala merupakan anak korban hasil pernikahan sebelumnya. Dia tinggal terpisah dengan ibu dan ayah tirinya yang mempunyai tiga anak masing-masing berusia 12 tahun, 9 tahun dan 4 tahun.Lala berharap agar petugas Kepolisian segera menangkap pelaku dan di Hukum yang seberat beratnya sesuai perbuatannya. ***
Foto: Korban saat dirawat dirumah sakit. (*)


