#hendrik-rompas, belawan
Kapal Tug Boat Maju Daya no.35 di ageni PT SLL pengangkut Batubara menabrak jaring milik nelayan di kawasan Boy 5 hingga koya koyak dan berputusan Rabu (18/01/2023)
Menurut keterangan, Nakhoda (Tekong) kapal penangkap ikan tamban,Aripin (50) warga Lorng Ngaji Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan bersama 3 orang ABK (Anak Buah Kapal) mengatakan bahwa jaring ikannya di tabrak kapal Tug Boat MV. Maju Daya dikawasan Boy 5 di lokasi bangkai kapal.
Akibat kejadi tersebut,Aripin,mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta rupiah karena jaringnya sepanjang ratusan meter hancur dan koyak koyak,selain itu mereka tidak bisa kelaut mencari nafkah.
Kejadian tersebut kemudian kapal Tug Boat MV Maju Daya no.35 yang Nachodanya Hendrik berhenti dan di datangi ke 4 orang nelayan tradisional untuk minta di ganti kerugian jaringnya yang putus dan koyak tersebut,namun hanya di berikan uang sebanyak Rp 300 ribu rupiah,tapi di tolak oleh para nelayan karena harga jaring ikannya yang putus dan koyak koyak tersebut seharga Rp 7 juta rupiah.
Pihak peragenan kapal MV.Maju Daya PT SLL yang di hubungi ke 4 nelayan tradisional tersebut melalui HPnya pada tanggal 19 Januari 2023 mengatkan bahwa dia tidak mengenal ke empat nelayan tersebut yang jaringnya di langgar oleh kapal Tug Boat yang di agenninya.
Sat keempat nelayan ini mengadu kekantor Kesahbandaran Utama Pèlabuhan Belawan di Jalan Veteran Belawan di bola bola oleh petugas jaga Pos,petugas jaga Pos mengatakan bahwa yang mengurus tentang keberangkatan dan keluar masuknya kapal sedang banyak menerima tamu dan disarankan nanti siang saja datang kembali.
Tapi sat siang harinya di datangi lagi petugas jaga juga mengatakan bapak tersebut belum bisa di jumpai karena banyaknya tamu tamunya yang di hadapinya di lantai ll kantor Kesahbandaran Utama Pelabuhan Belawan Kota Medan ini dan pejaga Pos tersebut menyarankan agar besok datang kembali tapi harus membawa ketua HNSI Medan.
Harapan ke empat orang nelayan tradisionil ini,pihak kapal harus mengganti kerugian mereka yang menderita sebesar Rp 7 juta rupiah.Selain itu akibat kejadian tersebut,kini ke empat nelayan tersebut tidak bisa melaut mencari nafkah karena jaring ikan milik mereka putus dan koyak koyak.Sedangkan tujuan mereka mendatangi kantor Kesahbandaran untuk melakukan meminta Sahbandar Belawan melakukan Mediasi.Namun kenyataannya kami di bola bola,kata Aripin kepada wartawan ini. ***


