Ragam

Peringati BBH ke-75, Afandin: Jangan Adalagi Hasutan, Langkat Harus Bersatu

#jack, pangkalan berandan,

Peringatan Brandan Bumi Hangus (BBH) merupakan momentum untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan ada lagi menghasut dan fitnah diantara masyarakat Langkat, tidak ada unsur suku dan agama dalam perjuangan. Langkat Harus Bersatu!

Disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH dalam pidatonya pada peringatan BBH ke-75 di tahun 2022, di Lapangan Bola Kaki Petrolia Pertamina Pangkalan Brandan di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sabtu (13/8/2022).

Plt Ketua Tim Penggerak PKK Langkat Hj Endang Kurniasih Syah Afandin turut hadir mendampingi Plt Bupati Langkat.

Berikut isi pidato Syah Afandin yang berkobar pada BBH, mengingatkan masyarakat tetap bersatu dan mengajak untuk mengenang pengorbanan dari pejuang BBH untuk kemerdekaan bangsa ini.  “Pejuang BBH pada saat itu mengorbankan semuanya, begitu sulitnya perekonomian pada saat itu, tapi itu (sumur minyak) harus dibumi hanguskan demi menghindari masuknya Belanda ke Brandan.

Namun hari ini kita lupa, sedikit saja kita berkorban untuk bangsa ini, kemana-mana sudah kita siarkan seolah kita paling hebat.

Maka pada peringatan BBH hari ini, kita harus semangat berkorban untuk memajukan bangsa kita, khususnya Brandan dan Langkat ini untuk sama-sama kita bangkitkan kembali.

Ondim sapaan akrabnya, mengaku ikut menyanyikan lagu hening BBH. “Saya ikut bernyanyi saya merasa haru. Peringatan BBH ini saya ikuti sejak dari menonton dipinggir jalan, melihat pawai – pawai. Akhirnya saya ikut dipawai itu, saat sudah jadi pelajar.

Dan hari ini sebab ridho Allah dan dukungan bapak ibu sekalian, saya berdiri dipodium ini dengan penuh rasa bangga sebagai putra Brandan. Saya minta peringatan BBH ini harus tetap dibesarkan.

Ondim juga menyampaikan sejarah BBH. Ia mengatakan mungkin tidak semua tahu, Brandan ini dibumi hanguskan selama 9 bulan apinya tidak mati.

Sembilan bulan api baru mati, tidak ada bisa kehidupan kesana kemari.

Menurut orang tua saya, masyarakat ada yang mengusih di Kuala Simpang, ada yang lari ke Binjai, ini (sumur minyak) dibiarkan hangus.

Setelah sembilan bulan, pejuang – pejuang itu orang tua kita baru kembali, untuk membangun bumi Brandan ini kembali.  Akhirnya bumi Brandan yang kita cintai ini, berdiri Pertamina.

Selanjutnya Ondim mengucapkan terimakasih kepada pihak Pertamina yang setiap tahunnya ikut berpartisipasi pada peringatan BBH ini. Begitu juga kepada semua pihak, dari terbentuknya Perda dan semua orang-orang yang punya jasa besar, memasukan BBH pada Perda. “Ini artinya ada biaya legal yang dikeluarkan untuk peringatan BBH ini. Jadi jangan kwatir. Tinggal bagaimana meningkatkan kwalitasnya.

Jadi dari itu semua, bagaimana kita untuk tetap menjaga persatuan, serta menjaga kemerdekaan itu sampai saat ini dan kedepan.

Jangan ada lagi perpecahan. Negeri ini sedang sakit, negeri ini sedang susah, jangan ada hasutan, fitnah, kita harus bersatu, khususnya Brandan untuk semangat untuk membangun Langkat yang lebih baik kedepan.

Sekali lagi untuk semua pihak yang sudah berperan dalam peringatan BBH, dari yang sebelumnya sampai hari ini, saya ucapan terimakasih.

Saya bangga sebagai putra Brandan, melihat antusias dan penuh semangat. Insya Allah kita buat lagi yang lebih meriah ditahun depan.

Sekali lagi saya ingatkan, jaga persatuan dan kesatuan kita, tidak ada lagi unsur suku dan agama dalam pejuang memperebutkan kemerdekaan ini, itu harus kita jaga.

Saat ini yang harus dipikirkan dan diperjuangkan, “bagaimana membangkitkan Pertamina ini kembali, bagaimana perekonomian masyarakat tumbuh kembali.

Liat pawai tadi, adik adik kita ada berpakaian polisi, tentara, perawat dan macam-macam, ini lah bentuk semangat yang menjadi tanggungjawab kita, untuk mewujudkan harapan dari anak-anak kita kedepan.

Demikian isi pidato Syag Afandin. Selanjutnya Afandin juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat, para pemerhati sejarah Brandan Bumi Hangus, para Veteran Juang 45 atas dukungan dan partisipasi yang telah disumbangkan, baik moril maupun materil bagi tetap tegaknya nilai sejarah Brandan Bumi Hangus.

Pada acara tersebut Plt Bupati Langkat memberikan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat dan keluarga veteran pelaku sejarah Brandan Bumi Hangus.

Acara BBH ke 75 ini semakin meriah, atas partisipasi Danyonif 8 Harimau Putih Letkol Mar Farick dengan melibatkan prajuritnya pada puncak acara.

Prajurit Harimau Putih menampilkan pertarungan mixed martial arts (MMA), atraksi pencak silat sekaligus pemecahan es balok dari PSHT Yonif 8 Mar, drama kolosal dari sanggar pusaka Teluk Aru berkolaborasi dengan Yonif 8 Mar dan diakhiri dengan perebutan sasaran.

Sebelumnya acara dimulai dengan giat pawai karnaval bernuansa kejuangan. Ribuan peserta pawai karnaval terdiri dari para pelajar tingkat Taman Kanak-kanak, SD, MTs, SMP, SMA/SMK sederajat, organisasi kepemudaan (OKP) dan Pramuka.

Serta Yonif 8 Marinir Harimau Putih  turut ambil bagian dalam peringatan peristiwa bersejarah di Pangkalan Brandan tersebut.

Para peserta karnaval disambut Plt Bupati Langkat di podium kehormatan di depan Rumah Dinas Camat Babalan, Jalan Wahidin Simpang Pertamina Pangkalan Brandan.

Turut hadir pada acara tersebut Jajaran Kepala Perangkat daerah kabupaten langkat, Wakil ketua DPRD Antoni Ginting, Kepala Kajari Langkat M Abeto Harahap, Danyonif 8 Harimau Putih Letkol Mar Farick,  para komandan satuan TNI/Polri, Camat se Kabupaten Langkat, ketua dan pengurus TP PKK Langkat, Manager Area PT Pertamina  RU II Cabang Dumai, keluarga besar legiun veteran RI dan angkatan 45, ketua KNPI beserta seluruh OKP dan Ormas Langkat, tokoh masyarakat/agama/pemuda Langkat, para pelajar dan masyarakat Pangkalan Brandan. ***

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts