#burhan, binjai
Aksi unjukrasa ribuan warga dari tiga Kabupaten dan Kota yakni Langkat, Deli Serdang dan Binjai yang rencananya akan digelar usai sholat Jumat (9/4) akhirnya dirungkan alias tidak jadi aksi.
Pasalnya, pihak Pemkab Deli Serdang tak mau kecolongan dengan ribuan massa yang sudah bersiap-siap menuju lokasi Diskotiq yang hanya berbatasan sungai dengan kota Binjai. Pemkab Deliserdang bersama aparat kepolisian menutup ketiga lokasi Diskotiq dengan melas pintu besi masuk ke arena serta menempelkan tanda di segel.
Namun kendati aksi demo warga batal, puluhan aparat Kepolisian terlihat bersiaga di GOR Kota Binjai yang sebelumnya dijadikan titik kumpul massa menuju lokasi ke tiga diskotiq di pinggiran kota Binjai itu.
Bahkan beberapa anggota dari Alinasi penyelemat ummat sudah memesan ribuan roti dan air mineral. ” Ya benar snack sudah dipesan 6000 bungkus dan air mineral,” ujar warga kepada wartawan di luar pagar GOR Binjai.
Dibatalkannya aksi unjukrasa dari Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa dikarenakan sudah di tutupnya ketiga Diskotik yang berada di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat, yang saat ini sangat meresahkan masyarakat, kata Abdul Sani Fattah Koordinator Aksi. “Kami dari Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, pertama tama mengucapkan terima kasih kepada seluruh Instansi terkait, baik dari Provinsi Sumatera Utara maupun dari 3 Kabupaten Kota, yang telah bersikap tegas dengan menyegel ketiga Diskotik yang dimaksud, yaitu Sky Garden, Cafe Duku Indah dan Champion. Dengan disegelnya tempat itu, maka aksi kita batalkan,” tegas Sanni Abdul Fattah, Kordinator aksi lapangan Kota Binjai, saat menggelar Konprensi Pers di Coffee Day, Jalan S Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Sabtu (9/4/2021) Siang, sekira Pukul 11.00 Wib.
Dengan dibatalkanya aksi itu, pihaknya yang tergabung dalam Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, memohon maaf sekaligus berterima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan dukungannya untuk menutup Diskotik itu.
Lebih lanjut Sanni Abdul Fattah menegaskan pihaknya akan terus mengawasi ketiga Diskotik yang dimaksud. “Apabila tetap membangkang dan masih beroperasi, maka kami pastikan akan kami demo,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, sebagai Kordinator aksi lapangan dan bagian dari Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, ia juga meminta kepada aparat Penegak hukum, untuk menutup barak barak narkoba dan lokasi judi yang ada di sekitar Diskotik yang dimaksud. “Ini harus jadi perhatian Pemerintah. Jika tempat tersebut tidak juga ditertibkan, maka akan kami demo dan akan kami ratakan. Ini tidak main main,” beber Sanni.
Disinggung bagaimana jika penutupan itu hanya bersifat sementara saja mengingat sebentar lagi akan memasuki Bulan Suci Ramadhan, Pria yang akrab disapa dengan panggilan Ustadz Sanni ini berjanji tidak akan menoleransinya.
Hal senada juga diucapkan Kordinator aksi lapangan asal Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. Bersama Sanni Abdul Fattah dan puluhan perwakilan Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, mereka sepakat untuk terus mengawasi ketiga Diskotik yang dimaksud. (*)


