Jumat, 24 April 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
Ini Medan Bung
Advertisement
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Home Medan

Kasus Malaria Meningkat, Kinerja Dinkes Sumut Jadi Sorotan

IniMedanbung.com by IniMedanbung.com
24 April 2026
in Medan
0

byIniMedanbung.com

24 April 2026
Kasus Malaria Meningkat, Kinerja Dinkes Sumut Jadi Sorotan
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

#jack, medan —

Meningkatnya kasus malaria di Sumatera Utara pada awal tahun 2026 memunculkan sorotan terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut. Meski pemerintah mengklaim telah memiliki berbagai kebijakan strategis, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya celah dalam penanganan.

Berdasarkan data Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 536 kasus positif malaria di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, satu kasus kematian dilaporkan terjadi di Kabupaten Dairi. Di wilayah itu sendiri, ditemukan 46 kasus positif malaria dalam periode yang sama, dengan satu di antaranya berujung kematian.

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rizal, mengakui bahwa malaria masih menjadi persoalan serius, khususnya di daerah dengan risiko tinggi seperti Dairi.

“Memang kasus malaria ini masih menjadi tantangan bagi kami, terutama di wilayah tertentu. Kami terus berupaya memperkuat deteksi dini dan memastikan penanganan berjalan sesuai standar,” ujar Hamid Rizal saat memberikan keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Namun demikian, meningkatnya kasus justru memunculkan pertanyaan terkait efektivitas langkah-langkah yang telah dijalankan selama ini. Pasalnya, pemerintah pusat telah menetapkan roadmap eliminasi malaria sejak 2014 dengan target bebas malaria pada 2030. Program ini menargetkan setiap kabupaten/kota secara bertahap memperoleh sertifikat eliminasi.

Di atas kertas, berbagai kebijakan teknis telah disiapkan, mulai dari penguatan diagnostik, pengobatan sesuai standar, hingga surveilans yang disebut sebagai langkah paling masif. Selain itu, distribusi kelambu dan promosi kesehatan juga terus digencarkan.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan implementasi kebijakan tersebut belum sepenuhnya optimal. Penemuan kasus yang masih tinggi serta adanya korban jiwa mengindikasikan masih lemahnya deteksi dini dan penanganan di tingkat akar rumput.

Hamid Rizal sendiri menegaskan bahwa pihaknya telah mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk lebih aktif dalam pengendalian malaria.

“Surveilans menjadi kunci. Kami mendorong Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga kader untuk aktif menemukan kasus, melakukan penyelidikan epidemiologi, dan meningkatkan kualitas data,” katanya.

Kendati demikian, pernyataan tersebut dinilai belum menjawab persoalan utama, yakni sejauh mana pengawasan dan evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan di lapangan.

Khusus untuk daerah berisiko tinggi seperti Dairi, Dinkes Sumut mengklaim telah melakukan langkah-langkah penguatan, seperti memastikan ketersediaan obat hingga ke wilayah terpencil serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan.

“Kami juga memastikan obat tersedia dan tenaga kesehatan mendapatkan pelatihan khusus agar penanganan lebih optimal,” tambah Hamid.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memasukkan program penanggulangan malaria ke dalam dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJMD dan rencana kerja tahunan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen dan dukungan anggaran.

Namun, dorongan tersebut kembali menimbulkan kritik, mengingat tingginya kasus malaria justru menunjukkan bahwa integrasi program dan penganggaran selama ini belum berjalan maksimal.

Pengamat kesehatan menilai, tanpa pengawasan yang ketat dan evaluasi yang transparan, target eliminasi malaria pada 2030 berpotensi sulit tercapai.

Dengan kondisi saat ini, masyarakat pun diimbau untuk tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga aktif melakukan pencegahan secara mandiri, seperti menggunakan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri saat mengalami gejala malaria.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi Dinkes Sumut untuk membuktikan bahwa berbagai kebijakan yang telah dirancang tidak sekadar menjadi dokumen, melainkan benar-benar berdampak nyata di lapangan. ***

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dinkes SumutHeadlineMalaria MeningkatSorotan
Previous Post

Gubsu Bobby dan Bupati Syah Afandin Lepas Kloter 2 Haji Langkat ke Tanah Suci Mekah

Berita Terbaru

  • Gubsu Bobby dan Bupati Syah Afandin Lepas Kloter 2 Haji Langkat ke Tanah Suci Mekah

    Gubsu Bobby dan Bupati Syah Afandin Lepas Kloter 2 Haji Langkat ke Tanah Suci Mekah

    24 April 2026
  • Polisi Tembak Dua Residivis dan Begal Karena Melawan Saat Ditangkap

    Polisi Tembak Dua Residivis dan Begal Karena Melawan Saat Ditangkap

    24 April 2026
  • Imigrasi Belawan Melayani Publik Program Eazy Pasport

    Imigrasi Belawan Melayani Publik Program Eazy Pasport

    24 April 2026
  • Tekan Aksi Begal, Medan Deli Perkuat Trantibum dan Poskamling

    Tekan Aksi Begal, Medan Deli Perkuat Trantibum dan Poskamling

    23 April 2026
  • Fokus Enam Basis Pembangunan, Bobby Nasution Jadikan Nias Salah Satu Prioritas di Musrenbang RKPD 2027

    Fokus Enam Basis Pembangunan, Bobby Nasution Jadikan Nias Salah Satu Prioritas di Musrenbang RKPD 2027

    23 April 2026
  • Perkuat Sinergi, Pemko Medan dan Bank Sumut Siap Optimalkan Pendapatan Daerah

    Perkuat Sinergi, Pemko Medan dan Bank Sumut Siap Optimalkan Pendapatan Daerah

    23 April 2026
  • Hadiri TFG SispamKota, Zakiyuddin Harahap: Semua Pihak Harus Siap Hadapi Situasi Darurat

    Hadiri TFG SispamKota, Zakiyuddin Harahap: Semua Pihak Harus Siap Hadapi Situasi Darurat

    23 April 2026
  • Genjot PAD Lewat Creative Financing, Pemprov Sumut Paparkan Inovasi Pajak dan Optimalisasi Aset ke Kemendagri

    Genjot PAD Lewat Creative Financing, Pemprov Sumut Paparkan Inovasi Pajak dan Optimalisasi Aset ke Kemendagri

    23 April 2026
  • Asistensi dan Monev Kemendagri Dorong Capaian UCJ BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Langkat

    Asistensi dan Monev Kemendagri Dorong Capaian UCJ BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Langkat

    23 April 2026
  • Bupati Langkat Syah Afandin Hadiri Musrenbang Sumut 2027, Dorong Sinkronisasi Pembangunan Daerah

    Bupati Langkat Syah Afandin Hadiri Musrenbang Sumut 2027, Dorong Sinkronisasi Pembangunan Daerah

    23 April 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube

PT. MEDIA MEDAN MANDIRI (M-3)

NPWP : 74.561.041.0-113.000

Sejak 2005

Anggota Serikat Perusahaan Pers (SPS)

No. 672/2005/02/E/2020

Office

  • Jl. KL Yos Sudarso KM 15,5 No 120 Medan
  • 061 – 6850370
  • redaksi@inimedanbung.com, yokowebs@yahoo.com
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist