#jack, medan –
Banjir besar yang “menenggelamkan” Kota Medan, Kamis (27/11/2025) kemarin mengindikasikan gagalnya proyek normalisasi dan perbaikan tanggul Sungai Deli di era Wali Kota Medan Bobby Nasution pada tahun 2023.
“Proyek pengendalian banjir yang dicanangkan Bobby itu ternyata gagal menjadikan Medan Kota Bebas Banjir,” kata salah seorang warga Medan Labuhan Zul Mutaqqien yang tempat tinggalnya terdampak banjir, Minggu (30/11/2025).
Menurut Mutaqqien, banjir parah yang merendam rumahnya di kawasan Jalan KL Yos Sudarso setinggi betis orang dewasa Kamis lalu, akibat meluapnya Sungai Deli yang melintasi kawasan pusat kota dan Medan Labuhan.
Padahal, sebutnya lagi, saat Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan dikerjakan proyek normalisasi dan revitalisasi tanggul Sungai Deli dengan biaya puluhan miliar agar warga Medan terbebas dari banjir.
“Tapi nyatanya banjir di Kota Medan makin parah, 19 dari 21 kecamatan yang ada di kota ini dikepung banjir,” beber Mutaqqien.
Dengan kata lain, tambah Mutaqqien, puluhan miliar yang digelontorkan pada proyek tersebut sia-sia dan tidak ada manfatnya bagi warga Kota Medan. Bahkan, terkesan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.
Mutaqqien meyakini, jika proyek tersebut dikerjakan dengan profesional tentu hasilnya akan dirasakan warga Medan, sehingga pajak yang dibayar masyarakat akan dirasakan manfaatnya bagi warga kota.
Sayangnya, Medan Bebas Banjir yang menjadi jargon saat Bobby Nasution maju menjadi Calon Wali Kota Medan pada 2020 lalu hanya “menanam tebu di bibir” alias janji manis belaka karena tidak terbukti sama sekali.
“Makanya sudah pas jika eks Wali Kota Medan Bobby Nasution dinobatkan menjadi ‘Pangeran Luber Sungai Deli’ karena sungai yang membelah kota Medan itu tetap meluber dan membanjiri warga meski telah dinormalisasi dan direvitalisasi,” tutup Zul Mutaqqien. ***


