#isvan, medan –
Proses revitalisasi pembangunan tiga gapura yang terdapat di tiga pintu masuk Kota Medan telah selesai dilakukan. Selain berdiri kokoh, anggun dan sangat menawan, design ketiga gapura seperti janji Wali Kota Medan Bobby Nasution juga tidak menghilangkan sedikit pun identitas etnis lokal sekaligus sebagai objek rekreasi karena dilengkapi taman.
Ada pun ketiga gapura itu yakni Gapura Batas Kota Medan Pinang Baris di Jalan Gatot Subroto (Kampung Lalang), Gapura Batas Kota Medan Amplas (Jalan Sisingamangaraja) dan Gapura Batas Kota Medan Tuntungan (Jalan Jamin Ginting). Tidak hanya sebagai tanda batas Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang, ketiga gapura itu juga menjadi lambang, etalase sekaligus identitas ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.
“Dengan mengusung identitas etnis lokal, melalui revitalisasi yang dilakukan ini Pak Wali ingin menghadirkan etalase sekaligus identitas Kota Medan sejak dari pintu masuk. Ketiga gapura juga menjadi objek rekreasi baru bagi masyarakat yang masuk mau pun keluar Kota Medan karena dilengkapi dengan taman,” kata Kadis Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan Endar Sutan Lubis, Minggu (30/7/2023).
Konsep Gapura Pinang Baris, jelasnya, bagian kepala bervisi ke masa depan (modern), sedangkan bagian kaki dan badan berlandaskan (berakar) budaya. Sementara sepasang menara yang membentuk mata panah sebagai lambang kemajuan pembangunan Kota Medan. “Slloute Istana Maimun dan Masjid Raya melambangkan salah satu kejayaan Tanah Deli dan ikon Kota Medan,” jelasnya.
Gapura Amplas, memiliki sepasang menara membentuk mata panah melambangkan kemajuan dalam pembangunan Kota Medan, silloute Istana Maimun dan Masjid Raya sebagai salah satu lambang kejayaan Tanah Deli dan ikon Kota Medan. Sedangkan Gapura Batas Kota Medan Tuntungan menyajikan sopo angin dan tumbuk lada yang mengedepankan identitas etnis Karo dan Melayu reduksi. ***


