#isvan, medan
Curah hujan tinggi sampai sedang yang mengguyur wilayah Kabupaten Asahan dan sekitarnya beberapa hari terakhir ini menyebabkan debit air sungai naik dan meluber mengakibatkan 50 kepala keluarga di Dusun XIV Desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Kabupaten Empat terendam banjir, Rabu (25/11/2020) sekira pukul 21.30 WIB.
Ketinggian genangan banjir mencapai hingga 30 – 50 cm di dalam rumah dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau menumpang ke sanak saudara mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan mensinyalir ketinggian air akan terus berlanjut seiring dengan turunnya hujan di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Asahan Asrul Wahid, SE, M.Si. melalui Pusdalopsdatinmas Wahyudi Sitorus mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan terbaru terkait bencana banjir yang melanda warga Sei Dua Hulu.
BPBD melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk menginventarisir yang terdampak serta kerusakan sarana prasarana yang ada dan tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana non alam Covid-19.
Selain itu, berkoordinasi dengan perangkat Desa, pihak Forkopimcam dan warga masyarakat setempat untuk posko siaga bencana, mendirikan tenda pengungsian dan menghimbau warga yang masih bertahan di rumah agar bergeser ke tenda jika ketinggian air terus bertambah.
“Belum ada korban jiwa, namun 50 KK dan satu rumah ibadah tergenang dan beberapa luasan tanaman dan kandang ternak warga terendam. Abrasi benteng sungai mengakibatkan mudah meluapnya air sungai ke wilayah pemukiman bila debit air tinggi,” ujar Wahyudi didampingi Kasuid Kedaruratan Zulfahri Harahap, SH.
Wahyudi menghimbau, warga terdampak agar tetap siaga, dan tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi atas situasi yang berkembang. ***


