#japs, Medan.
Menjelang acara pemilihan calon ketua umum (Caketum) Ikatan Alumni SMA Negeri Plus Matauli (IKAMA), Sabtu 7/2/2021, para alumni angkatan satu yang disebut “senior” hadir di tempat acara Musyawarah Besar 5 IKAMA.
Mewakili rekan-rekannya “senior” Kak Fitri alumni angkatan 1 SMA Negeri Plus Matauli didampingi para Caketum Noverizky Tri Putra dan Rynaldo, juga tampak ketua panitia dan Sekretaris, Ramaddan, Said Ritonga, mengatakan dirinya berharap para Caketum yang maju tetap solid dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang kurang baik seperti konflik saat kampanye sesama alumni dan jangan saling menjelekkan.
“Saya ajak adik-adik Caketum ini untuk bersemangat, kita semua disini keluarga besar yang disatukan oleh almamater sekolah kita. Siapapun yang terpilih nanti adalah yang baik, tetapi bukan yang paling baik dari semua alumni. Apa yang menjadi programnya nanti harus bisa diterapkan untuk kebaikan alumni Matauli semuanya, kita para senior angkatan 1 akan mendukung,” kata Kak Fitri senior angkatan 1 yang juga pendiri arisan keluarga IKAMA di kota Medan dan sekitarnya.
Acara pemilihan ketua umum dalam Mubes 5 IKAMA yang dipusatkan di hotel Garuda kota Medan, dalam pengamatan wartawan berlangsung tertib dan ketat memenuhi standar protokol kesehatan. Tampak beberapa alumni hadir dan mulai mempersiapkan agenda pemilihan.
Ditanya kepada masing-masing Caketum yang hadir, harapan mereka tentang pemilihan ini, Noverizky Tri Putra Caketum nomor 2 mengatakan bahwa dirinya siap menang dan siap bersama-sama membangun organisasi alumni semakin lebih baik dan maju.
“Saya maju untuk berbakti pada alumni juga keinginan untuk melakukan yang terbaik, jika hasil pemilihan nantinya menjawab keinginan ini maka kita akan bersama-sama dalam periode kepengurusan,” kata Noverizky Tri Putra kepada wartawan.
Ditempat terpisah, Rynaldo Caketum nomor 1, melalui visi dan misinya yang ingin membawa IKAMA lebih dekat dengan alumni dan stakeholder juga mengakui bahwa proses pemilihan dalam Mubes 5 IKAMA ini sepenuhnya diserahkan pada alumni yang memiliki hak suara dalam memilih. (*)

