Politik

DPRD Apresiasi Polda Sumut Gerebek Kampung Narkoba

#jack, medan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) dari Fraksi Partai Gerindra, H.M Subandi mengapresiasi Pemerintah Prov Sumut yang mendapatkan penghargaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang di Bali baru-baru ini.

“Ini menunjukkan adanya keseriusan Pemprovsu dalam pemberantasan Narkoba. Namun bentuk keseriusan ini harus lebih ditingkatkan dan dibarengi dengan anggaran dan melakukan suatu gerakan pencegahan tes urin kepada seluruh staf dan pegawai di lingkungan Pemprovsu dan peserta didik,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (29/6/2022).

Subandi menjelaskan, gerakan wajib tes urin kepada seluruh pegawai dan staf serta peserta didik di lingkungan Pemprovsu adalah salah satu langkah pencegahan kepada seseorang yang akan menggunakan Narkoba.

Sementara, lanjut Subandi, anggaran diperlukan untuk membangun panti rehabilitasi yang diperuntukkan bagi masyarakat Sumut yang kurang mampu jika memiliki anggota keluarga ataupun kerabat yang menjadi korban Narkoba. “Kita ketahui sekarang untuk memasukkan seseorang ke panti rehab Narkoba itu sangat mahal. Masyarakat kalangan menengah kebawah tidak akan mampu. Maka Pemprovsu harus membangun panti rehab yang mudah dijangkau bagi masyarakat menengah kebawah. Dan tahun 2023 mendatang sudah harus terbangun,” tegas Subandi.

Subandi juga mengapresiasi langkah dan tindakan Polda Sumut yang menggelar kegiatan rutin Gerebek Kampung Narkoba. Kegiatan ini harus diikuti oleh seluruh jajaran sampai ditingkat Polsek. Sehingga penyebaran barang haram tersebut bisa diminimalilsir di Sumut. “Saya apresiasi Polda Sumut lakukan Gerebek Kampung Narkoba. Itu bentuk keseriusan. Tapi jumlah desa atau kampung di Sumut ini sangat luas. Gerakan ini harus diikuti seluruh Polsek yang ada di daerah. Seluruh Polsek harus bergerak sendiri tanpa menunggu Polda bergerak terlebih dahulu. Polsek harus buat gerakan rutin gerebek desa-desa yang menjadi sarang peredaran Narkoba,” cetusnya.

Sehingga, sambung Subandi, pencegahan dan pemberatasan Narkoba di Sumut terasa masif dan menyeluruh sehingga bisa menurunkan peredaran Narkoba di provinsi ini. “Peredaran Narkoba ini seperti ilmu ekonomi, Supplay and Demand. Kalau pemakai makin banyak, maka jualan semakin lari. Maka pemakai yang harus diturunkan. Disamping pengedar juga harus ditindak tegas,” tukasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email