#isvan, medan
Kerja keras Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan hingga kini ternyata tidak sia-sia, ditambah lagi dengan kolaborasi kuat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Perlahan, kasus penyebaran Covid-19 terus mengalami penurunan sangat drastis. Bahkan, beberapa pekan belakangan ini, kasus terkonfirmasi positif virus mematikan tersebut sudah melandai sehingga ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi lebih kondusif.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan yang diperoleh, Kamis (16/12/2021), diketahui sejak 7 – 15 Desember, angka kasus penyebaran Covid-19 hanya satu digit. Pada 7 Desember, hanya 4 kasus. Lalu, 8 Desember tidak terjadi kasus terkonfirmasi alias nihil atau 0 kasus. Kemudian, 9 Desember hanya 1 kasus terkonfirmasi Covid -19. Sedangkan, 10 – 15 Desember tidak terjadi kasus terkonfirmasi alias nihil atau 0 kasus.
Atas melandainya kasus positif Covid-19, Bobby Nasution langsung mengucapkan rasa syukurnya. Apalagi selama lima hari berturut-turut (10-15 Desember), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nihil atau 0 kasus. “Alhamdulillah, saat ini kasus Covid-19 kita sudah melandai. Dari beberapa minggu ke belakang, penambahan kasus hanya single digit. Mudah-mudahan kita dapat terus menekan penyebarannya sehingga tidak sampai double digit,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.
Meskipun penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan sudah melandai, Bobby Nasution tetap menegaskan agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Di samping itu, tegasnya, penggunaan aplikasi pedulilindungi di pusat-pusat keramaian seperti tempat makan, kafe, mall, hotel dan food court harus lebih dimasifkan lagi. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya peningkatan kasus terkonfimasi Covid-19, terutama jelang jelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. “Koordinasi dan kolaborasi kewilayahan dan OPD harus berjalan dengan baik, terkhusus para OPD yang terjun langsung di lapangan. Pastikan tempat-tempat keramaian menerapkan prokes dengan ketat serta menggunakan aplikasi pedulilindungi, karena akan memudahkan memantau jika terjadinya kerumunan,” tegasnya. ***

