Kamis, 20 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
Ini Medan Bung
Advertisement
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Home Ekonomi & Bisnis

DPRD: Tiket PRSU Mahal, Pengunjung Kabur, Pedagang UMKM Merugi

IniMedanbung.com by IniMedanbung.com
11 Juli 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

byIniMedanbung.com

11 Juli 2026
DPRD: Tiket PRSU Mahal, Pengunjung Kabur, Pedagang UMKM Merugi
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

#jack, medan –

Harapan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan melalui Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 justru berubah menjadi kekecewaan. Sepinya pengunjung akibat mahalnya harga tiket masuk membuat banyak stan hanya dipenuhi penjaga, sementara transaksi jual beli jauh dari harapan.

Ironisnya, para pelaku UMKM telah mengeluarkan biaya untuk menyewa stan, menyiapkan stok barang, hingga menanggung biaya operasional selama pameran berlangsung. Namun investasi yang mereka keluarkan belum berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh karena rendahnya minat masyarakat datang ke arena PRSU.

Kondisi tersebut menuai kritik keras dari Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti. Ia menilai kebijakan harga tiket masuk PRSU telah menyimpang dari tujuan utama penyelenggaraan pesta rakyat yang sejak awal digagas sebagai wadah promosi produk unggulan daerah.

Menurut Rudi, tidak tepat apabila keberhasilan PRSU diukur dari besarnya pendapatan tiket masuk, sementara pelaku UMKM yang menjadi roh utama penyelenggaraan justru mengalami kerugian akibat minimnya pembeli.

“PRSU itu adalah ajang promosi. Kita harus memahami dulu apa tujuan sebuah ajang promosi. Sebagian besar penyelenggaraannya juga menggunakan anggaran APBD. Jadi target utamanya bukan mengejar pendapatan dari tiket, tetapi bagaimana UMKM Sumatera Utara bisa dipromosikan dan dikenal masyarakat seluas-luasnya,” katanya, Jumat (10/7/2026).

Ia menegaskan, mahalnya tiket masuk telah menjadi penghalang masyarakat untuk datang sehingga tujuan promosi produk lokal menjadi gagal.

“Dengan diberikannya harga tiket yang cukup mahal, itu sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan PRSU. Memang kita menginginkan adanya pendapatan daerah, tetapi itu bukan target utama. Ketika masyarakat enggan datang karena tiket mahal, artinya kita bukan lagi mempromosikan UMKM, tetapi justru menghambat perkembangan UMKM di Sumatera Utara,” tegas Rudi.

Rudi menilai para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka telah membayar biaya sewa stan, membawa produk terbaik, dan berharap mendapatkan pasar baru. Namun kenyataannya, banyak pengunjung memilih mengurungkan niat datang karena harus mengeluarkan biaya yang dinilai terlalu tinggi hanya untuk masuk ke area PRSU.

“UMKM itu tidak mendapatkan stan secara gratis. Mereka sudah membayar. Mereka sudah mengeluarkan modal. Kalau orang tidak datang karena tiket mahal, bagaimana mereka bisa mendapatkan hasil? Mereka datang untuk berdagang, tetapi pembelinya sangat sedikit,” ujarnya.

Ia meminta panitia penyelenggara tidak menutup mata terhadap jeritan para pelaku usaha. Menurutnya, evaluasi harga tiket harus dilakukan sebelum pelaksanaan PRSU berakhir agar para pedagang masih memiliki kesempatan memperbaiki omzet.

“Kami berharap panitia segera meninjau ulang harga tiket. Berikan kemudahan kepada masyarakat untuk datang. Kalau pengunjung ramai, otomatis UMKM juga mendapatkan manfaat karena barang dagangannya terjual,” katanya.

Politisi Komisi B DPRD Sumut itu mengingatkan bahwa penyelenggaraan PRSU semestinya berpihak kepada ekonomi kerakyatan, bukan justru membebani masyarakat dengan tarif yang sulit dijangkau di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu.

“Jangan hanya mementingkan kepentingan panitia, tetapi mengabaikan kepentingan para pelaku usaha. Keberhasilan PRSU bukan diukur dari berapa banyak uang yang masuk dari tiket, melainkan dari seberapa besar transaksi yang tercipta di dalam arena pameran,” ujarnya.

Menurutnya, daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih sehingga kebijakan tiket mahal menjadi kontraproduktif. Ketika masyarakat harus memilih antara memenuhi kebutuhan rumah tangga atau membeli tiket masuk PRSU, pilihan mereka tentu lebih mengutamakan kebutuhan pokok.

“Perekonomian masyarakat masih stagnan. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja banyak yang kesulitan. Bagaimana mereka mau datang ke PRSU kalau tiketnya mahal? Akibatnya yang menanggung kerugian adalah para pedagang UMKM,” katanya.

Rudi bahkan mengusulkan agar harga tiket diturunkan secara signifikan, bahkan bila memungkinkan digratiskan. Menurutnya, keramaian pengunjung akan menghasilkan perputaran ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan mengejar pendapatan dari tiket masuk.

“Kalau bisa memang digratiskan. Kalau belum memungkinkan, paling tidak buatlah harga yang sangat terjangkau. Yang terpenting masyarakat datang. Kalau pengunjung ramai, UMKM bisa berjualan dan ekonomi bergerak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak memberikan kesan bahwa penyelenggaraan PRSU lebih berorientasi pada bisnis dibandingkan menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap pemerintah provinsi jangan berbisnis dengan masyarakat. Ini adalah ajang promosi. Kalau memang tujuannya mempromosikan produk daerah, maka masyarakat harus diberi kemudahan untuk datang, bukan dipersulit dengan harga tiket yang tinggi,” tegasnya.

Rudi menilai sudah banyak contoh penyelenggaraan pekan raya di daerah lain yang mampu menarik jutaan pengunjung karena menerapkan harga tiket yang terjangkau serta menghadirkan hiburan yang menarik. Model seperti itu, menurutnya, layak dijadikan bahan evaluasi bagi penyelenggara PRSU.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan PRSU seharusnya bukan besarnya pendapatan dari loket tiket, melainkan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan para pelaku UMKM.

“Yang kita inginkan adalah transaksi jual beli yang besar. Produk-produk unggulan Sumatera Utara, mulai dari kuliner, kerajinan, ulos, hingga berbagai produk khas daerah benar-benar laku dan dikenal masyarakat. Kalau pedagang tetap sepi karena pengunjung sedikit, berarti tujuan PRSU sebagai pesta rakyat dan ajang promosi belum tercapai,” pungkasnya. ***

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Headline
Previous Post

Plt. Bupati Tiorita Sidak RSUD Tanjung Pura, Tegaskan Disiplin Demi Pelayanan Prima

Next Post

Rico Waas: Pembangunan Medan Butuh Sinergisitas, Pers Harus Hadirkan Jurnalisme Solutif

Next Post
Rico Waas: Pembangunan Medan Butuh Sinergisitas, Pers Harus Hadirkan Jurnalisme Solutif

Rico Waas: Pembangunan Medan Butuh Sinergisitas, Pers Harus Hadirkan Jurnalisme Solutif

Berita Terbaru

  • DPRD Desak Pemko Medan Segera Inventarisir Kerugian Korban Puting Beliung

    DPRD Desak Pemko Medan Segera Inventarisir Kerugian Korban Puting Beliung

    20 Agustus 2026
  • Komisi E DPRD Sumut Minta Kepala SPPG di Karo Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

    Komisi E DPRD Sumut Minta Kepala SPPG di Karo Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

    20 Agustus 2026
  • Mini Bus Senia Ludes Terbakar Usai Mengisi BBM di Hamparan Perak, Dua Penumpang Luka Bakar

    Mini Bus Senia Ludes Terbakar Usai Mengisi BBM di Hamparan Perak, Dua Penumpang Luka Bakar

    20 Agustus 2026
  • El Barino Shah Sampaikan Laporan Pansus PAD : DPRD Medan Rekomendasikan Jadi Perda

    El Barino Shah Sampaikan Laporan Pansus PAD : DPRD Medan Rekomendasikan Jadi Perda

    20 Agustus 2026
  • Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif  Air Minum di Percut Sei Tuan dan  Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang

    Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif Air Minum di Percut Sei Tuan dan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang

    19 Agustus 2026
  • Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat

    Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat

    19 Agustus 2026
  • APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokuskan Terhadap 6 Prioritas Pembangunan Strategis

    APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokuskan Terhadap 6 Prioritas Pembangunan Strategis

    19 Agustus 2026
  • Pemko Medan dan DPRD Tetapkan Perubahan Propemperda Medan 2026, Wali Kota Medan Tegaskan Kepastian Hukum

    Pemko Medan dan DPRD Tetapkan Perubahan Propemperda Medan 2026, Wali Kota Medan Tegaskan Kepastian Hukum

    19 Agustus 2026
  • Akibat Hujan Deras, Dua Mobil Dinas Ketua DPRD Medan Tertimpa Pohon Besar

    Akibat Hujan Deras, Dua Mobil Dinas Ketua DPRD Medan Tertimpa Pohon Besar

    19 Agustus 2026
  • Ketua DPRD Medan Terima Kunjungan Juara Umum Youth Friendship Festival di China

    Ketua DPRD Medan Terima Kunjungan Juara Umum Youth Friendship Festival di China

    19 Agustus 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube

PT. MEDIA MEDAN MANDIRI (M-3)

NPWP : 74.561.041.0-113.000

Sejak 2005

Anggota Serikat Perusahaan Pers (SPS)

No. 672/2005/02/E/2020

Office

  • Jl. KL Yos Sudarso KM 15,5 No 120 Medan
  • 061 – 6850370
  • redaksi@inimedanbung.com, yokowebs@yahoo.com
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern