#hendrik-rompas, belawan –
Seratusan masyarakat dan nelayan di kawasan Siombak resah munculnya 8 ekor buaya mencari mangsa.
Seratusan masyarakat dan puluhan nelayan kecil di pesisir Medan Utara, sungai dan muara sei Siombak di Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Provinsi Sumatera Utara cukup resah.
Seratusan masyarakat yang resah itu pada umumnya yang bermungkin di pinggiran danau Siombak dan terutama para nelayan sekala kecil saat menangkap ikan.
Keresahan warga dan nelayan tersebut akibat munculnya 8 ekor buaya muara yang mencari mangsa.
Kini perairan Siombak hingga Paloh Gayor juga menyimpan ancaman, yakni buaya muara yang makin sering menampakkan diri dan membuat warga waswas.
Jumlahnya diperkirakan delapan ekor. Mereka muncul di kawasan yang berdekatan dengan permukiman, tambak dan tempat nelayan pencari kepah yang setiap hari di pergunakan nelayan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Anggota Komisi IV DPRD Medan dari Fraksi PKS, Zulham Efendi, menilai kemunculan satwa liar itu tak boleh dianggap persoalan biasa. Ia mendesak Pemerintah Kota Medan bergerak cepat.
Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan,katanya, Senin (26/10/2026).
Zulham meminta Pemkot Medan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, aparat kewilayahan dan instansi terkait. Langkah pertamanya memetakan titik kemunculan buaya dan menakar tingkat ancamannya bagi warga.
Pemantauan berkala di aliran sungai, kawasan muara dan lokasi yang dilaporkan sebagai tempat kemunculan buaya, termasuk Paloh Gayor, juga di anggap perlu. Informasi harus dibuka kepada masyarakat agar warga lebih waspada.
Persoalan ini, menurut dia, bukan sekadar soal keselamatan, tetapi juga kebutuhan dapur warga. Nelayan kecil tidak bisa melaut mencari ikan karena takut diterkam buaya yang kelaparan.
Pemerintah perlu memberi perlindungan dan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dihadapkan pada pilihan antara mencari nafkah dan mempertaruhkan keselamatan,ujarnya.
Zulham pun mengimbau warga sementara waktu menghindari aktivitas berisiko di sungai. Seperti mandi, berenang dan mencari ikan di titik titik kemunculan buaya sebaiknya ditunda.
Para orang tua juga harus menghimbau anak anaknya agar jangan main main dimana yang sangat membahayakan. Juga jangan dibiarkan bermain di perairan yang dinilai rawan. Warga dimintanya tidak mendekati, memberi makan, memancing atau menangkap buaya sendiri.
Sebagian warga menduga pasang air laut dan kondisi lingkungan membuat buaya merangsek ke bagian hulu sungai. Zulham meminta instansi berwenang mengkaji dugaan itu lebih jauh.
Penyebabnya,Zulham menegaskan, tidak boleh disimpulkan tanpa pemeriksaan dan data yang memadai. Dia juga menilai imbauan saja tak cukup. Menurut dia, dibutuhkan langkah cepat, koordinasi lintas instansi dan sistem peringatan bagi warga.
Penanganan buaya pun harus dilakukan petugas yang kompeten dengan tetap menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar. Persoalan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya dengan imbauan, pungkasnya. ***

