Kamis, 20 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
Ini Medan Bung
Advertisement
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Home Politik

Komisi E DPRD Sumut Minta Kepala SPPG di Karo Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

IniMedanbung.com by IniMedanbung.com
20 Agustus 2026
in Politik
0

byIniMedanbung.com

20 Agustus 2026
Komisi E DPRD Sumut Minta Kepala SPPG di Karo Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

#jack, medan –

Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), M. Subandi, meminta adanya tindakan tegas terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo.

Subandi mengatakan, dapur SPPG yang menjadi lokasi penyediaan makanan dalam kasus tersebut harus dihentikan sementara atau di-suspend. Selain itu, kepala SPPG yang bertanggung jawab terhadap dapur tersebut juga diminta dicopot dari jabatannya.

“Pertama, dapur SPPG yang menyebabkan musibah di Tanah Karo itu harus di-suspend atau ditutup sementara. Kedua, kepala SPPG yang bertanggung jawab atas dapur tersebut harus dicopot,” kata Subandi saat memberikan keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Menurut Subandi, tindakan tersebut diperlukan sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menegaskan, kesalahan dalam penyediaan makanan untuk anak-anak tidak boleh dianggap sepele.

“Kesalahan seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Ini menyangkut makanan anak-anak, sehingga seluruh prosesnya harus benar-benar diawasi,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga menepis anggapan bahwa persoalan tersebut harus dibebankan kepada Kepala BGN Sumut. Menurutnya, Kepala BGN Sumut memiliki fungsi koordinasi, sedangkan pengelolaan teknis makanan berada di masing-masing SPPG.

“Kalau Kepala BGN Sumut, dia kan koordinator wilayah. Jadi tidak tepat kalau seluruh persoalan ini dibebankan kepada dia. Yang harus bertanggung jawab adalah pengelola SPPG dan kepala dapur yang bersangkutan,” tegasnya.

Subandi menduga kasus tersebut terjadi akibat kelalaian dari pihak pengelola dapur SPPG. Ia juga mengingatkan agar pengelola tidak mengurangi kualitas makanan demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Kalau menurut pengamatan saya, persoalan ini bisa terjadi karena kelalaian pihak yang memiliki dan mengelola dapur. Jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan lebih besar, kualitas makanan justru dikurangi,” katanya.

Ia menegaskan, anggaran yang diberikan untuk penyediaan makanan harus benar-benar diterima oleh anak-anak dalam bentuk makanan yang sesuai dengan nilai dan standar yang telah ditetapkan.

“Kalau anggaran yang diberikan untuk satu porsi itu Rp10 ribu, maka nilai makanan yang diterima anak-anak juga harus benar-benar setara dengan Rp10 ribu. Jangan sampai anggarannya penuh, tetapi makanan yang diterima justru dikurangi kualitas maupun porsinya,” ujarnya.

Dalam kasus keracunan tersebut, Subandi juga menyoroti salah satu menu makanan yang disajikan kepada siswa. Ia mengaku mencurigai kondisi ikan yang menjadi bagian dari menu tersebut.

Ia menyebut, menu yang disajikan terdiri atas tahu, buah potong seperti melon, sayuran, serta ikan.

“Kalau saya lihat menunya, ada tahu, ada buah potong seperti melon, ada sayuran, kemudian ada ikan. Nah, yang saya curigai justru ikannya,” ungkap Subandi.

Menurutnya, kondisi ikan tersebut terlihat kurang layak dan perlu diperiksa lebih lanjut. Ia menyebut ikan yang digunakan diduga jenis tongkol atau yang oleh masyarakat setempat disebut ikan dencis.

“Saya melihat ikannya seperti ikan tongkol atau yang biasa disebut ikan dencis. Kondisinya terlihat sudah lama, digoreng sampai pecah-pecah. Itu yang membuat saya curiga,” katanya.

Namun, Subandi menegaskan bahwa dugaan tersebut masih merupakan pengamatannya dan penyebab pasti kasus keracunan harus ditentukan melalui pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

“Itu baru dugaan saya berdasarkan apa yang saya lihat. Penyebab pastinya tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan hasil laboratorium,” ujarnya.

Subandi meminta kepala SPPG bersama yayasan pengelola dapur segera melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia menilai pola pengelolaan yang tidak memperhatikan kualitas dan keamanan makanan tidak boleh lagi dipertahankan.

“Kepala SPPG dan yayasan harus melakukan evaluasi total. Cara-cara lama yang tidak memperhatikan kualitas makanan dan kebersihan tidak boleh dipertahankan lagi. Semuanya harus ditertibkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, DPRD Sumut juga akan ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman dan memenuhi standar.

“Termasuk DPRD akan ikut mengawasi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya.

Selain pengawasan pemerintah dan DPRD, Subandi juga meminta masyarakat, khususnya orang tua siswa, tidak ragu melaporkan apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaan MBG.

“Orang tua murid juga sekarang bisa melaporkan kalau menemukan makanan yang tidak layak atau ada persoalan lainnya. Jangan dibiarkan, supaya ada pengawasan bersama,” ujarnya.

Subandi menegaskan, variasi menu dalam program MBG harus tetap memperhatikan kualitas bahan makanan. Ia menyebut menu dapat terdiri atas telur, daging, ayam maupun ikan, tetapi seluruh bahan tersebut harus dalam kondisi layak konsumsi.

“Menu itu memang harus bervariasi. Bisa ada telur, daging, ayam, atau ikan. Tetapi semuanya harus menggunakan bahan yang layak dan aman untuk dikonsumsi,” katanya.

Selain itu, standar kebersihan dan higienitas juga harus menjadi perhatian utama dalam seluruh proses penyediaan makanan.

“Yang paling penting adalah makanan itu harus higienis, bersih, layak dikonsumsi, dan ke depan juga harus memenuhi ketentuan halal. Semua standar itu harus dipenuhi,” pungkas Subandi.

Ia menegaskan, program MBG tidak boleh hanya dilihat sebagai kegiatan penyediaan makanan, tetapi juga sebagai program yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus mengutamakan kualitas dan keamanan makanan daripada mengejar keuntungan. ***

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Headline
Previous Post

Mini Bus Senia Ludes Terbakar Usai Mengisi BBM di Hamparan Perak, Dua Penumpang Luka Bakar

Berita Terbaru

  • Mini Bus Senia Ludes Terbakar Usai Mengisi BBM di Hamparan Perak, Dua Penumpang Luka Bakar

    Mini Bus Senia Ludes Terbakar Usai Mengisi BBM di Hamparan Perak, Dua Penumpang Luka Bakar

    20 Agustus 2026
  • El Barino Shah Sampaikan Laporan Pansus PAD : DPRD Medan Rekomendasikan Jadi Perda

    El Barino Shah Sampaikan Laporan Pansus PAD : DPRD Medan Rekomendasikan Jadi Perda

    20 Agustus 2026
  • Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif  Air Minum di Percut Sei Tuan dan  Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang

    Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif Air Minum di Percut Sei Tuan dan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang

    19 Agustus 2026
  • Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat

    Rico Waas: Inovasi Jangan Sekadar Kejar Penghargaan, Harus Berdampak bagi Masyarakat

    19 Agustus 2026
  • APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokuskan Terhadap 6 Prioritas Pembangunan Strategis

    APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokuskan Terhadap 6 Prioritas Pembangunan Strategis

    19 Agustus 2026
  • Pemko Medan dan DPRD Tetapkan Perubahan Propemperda Medan 2026, Wali Kota Medan Tegaskan Kepastian Hukum

    Pemko Medan dan DPRD Tetapkan Perubahan Propemperda Medan 2026, Wali Kota Medan Tegaskan Kepastian Hukum

    19 Agustus 2026
  • Akibat Hujan Deras, Dua Mobil Dinas Ketua DPRD Medan Tertimpa Pohon Besar

    Akibat Hujan Deras, Dua Mobil Dinas Ketua DPRD Medan Tertimpa Pohon Besar

    19 Agustus 2026
  • Ketua DPRD Medan Terima Kunjungan Juara Umum Youth Friendship Festival di China

    Ketua DPRD Medan Terima Kunjungan Juara Umum Youth Friendship Festival di China

    19 Agustus 2026
  • Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif Dan Berintegritas

    Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif Dan Berintegritas

    19 Agustus 2026
  • Victor Silaen: Kebijakan Pembangunan Sumut “81 HUT RI” Harus Fokus Perkuat Sektor Pertanian

    Victor Silaen: Kebijakan Pembangunan Sumut “81 HUT RI” Harus Fokus Perkuat Sektor Pertanian

    19 Agustus 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube

PT. MEDIA MEDAN MANDIRI (M-3)

NPWP : 74.561.041.0-113.000

Sejak 2005

Anggota Serikat Perusahaan Pers (SPS)

No. 672/2005/02/E/2020

Office

  • Jl. KL Yos Sudarso KM 15,5 No 120 Medan
  • 061 – 6850370
  • redaksi@inimedanbung.com, yokowebs@yahoo.com
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern