#jack, medan –
Komisi D DPRD Sumut akan memanggil PLN terkait pemadaman yang terjadi di beberapa wilayah di Medan dan sekitarnya.
“Dengan adanya pemadaman listrik di wilayah Sumatera kita akan memanggil atau mengundang PLN untuk mempertanyakan kenapa pelayanan terhadap maksimal belum maksimal,” kata Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Sibarani kepada wartawan, Kamis (3/7/2025).
Dikatakan Kader Senior Golkar ini, pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat, karena akan terjadi kerusakan alat elektronik. “Lampu dan alat elektrik lainnya rentan mengalami kerusakan, karena hidup mati hidup mati listrik itu. Karena kita akan mengundang mempertanyakan hal ini,” imbuhnya.
Ditegaskannya, pelayanan terhadap masyarakat harus maksimal. Karenanya, lemadaman yang terjadi secara berulang dalam sehari—bahkan bisa mencapai tiga hingga empat kali dengan durasi masing-masing hingga tiga jam—itu sudah sangat mengganggu aktivitas warga.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal hak masyarakat atas layanan dasar,” ujar Timbul.
Timbul berharap, dalam pertemuan dengan PLN nanti, akan ada penjelasan yang transparan dan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang. Ia juga meminta PLN menyampaikan secara terbuka jika memang ada kendala teknis atau pasokan.
“Kita ingin tahu, apakah ini karena pasokan energi berkurang, atau karena pemeliharaan sistem yang tidak terjadwal. Yang jelas, masyarakat butuh kepastian,” katanya.
Sebelumnya, Warga Kecamatan Medan Labuhan dibuat resah dengan maraknya pemadaman listrik dalam satu pekan terakhir. Dalam sehari, listrik bisa padam hingga tiga atau empat kali, dengan durasi masing-masing sekitar tiga jam. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu dan kekhawatiran pun meningkat.
“Sudah hampir seminggu ini listrik mati terus. Dalam sehari bisa empat kali padam. Aktivitas pun terganggu, kami jadi khawatir alat-alat elektronik di rumah rusak,” kata Zul Muttaqin, warga Kelurahan Pekan Labuhan, Rabu (2/7).
Ia juga mengkritik keputusan pemerintah yang sebelumnya membatalkan pemberian subsidi listrik kepada masyarakat, namun di saat yang sama kualitas layanan listrik justru semakin memburuk.
“Katanya subsidi listrik batal diberikan, ya sudah lah, kami terima. Tapi minimal layanannya jangan malah makin jelek. Ini listrik mati terus, bikin emosi. Kami merasa negara kok kayak nggak hadir di sini,” tambah Zul. ***


