#hendrik-rompas, belawan –
Bentrok dua kelompok Pemuda di Belawan terus berlanjut dan1 tews ditembak senapan angin dan dipanah.
Bentrok kedua kelompok pemuda terus terjadi petugas tidak bisa mengatasinya dan usai bentrok baru petugas tiba di TKP setelah ada korban jiwa melayang,seperti layang layang yang putus tadinya.
Menurut informasi pada Sabtu sore pukul 18.30 wib saat warga Muslim akan melaksanakan berbuka puasa,terjadi bentrok, Kedua kelompok saling menyerang menggunakan senapan angin,samurai,parang panjang dan panah.
Akibat bentrok kedua kelompok pemuda tersebu salah seorang pemuda dari Jalan Selar Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan Kota Medan tewas ditembak menggunakan senapan angin dan dibacoki tubuhnya.
Korban yang tewas ditembak senapan angin dikepala dan tubuhnya dibacoki,
Fikra Muhammad Hakim (17) tewas saat dirawat dirumah sakit.
Akibat tewasnya Fikra Muhammad Hakim,Kelurahan Belawan Bahagia mencekam,sementara pelakunya kini masih berkeliaran dan petugas terlihat ada duduk duduk saja di Posko tidak menindak para pelaku yang menentang senapan angin dan senjata tajam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami dua luka tembak senapan angin di bagian kepala sebelah kiri depan. Selain itu, korban juga menderita tiga luka akibat anak panah, masing masing di ketiak kiri, pinggang kiri, dan paha kiri. Tidak hanya itu, pada tubuh korban juga ditemukan beberapa luka robek pada bagian tangan, siku, dan lutut, akibat dibacok saat bentrok.
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS PHC Belawan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun karena kondisi luka yang cukup serius, pihak rumah sakit kemudian merujuk korban ke RSUP H. Adam Malik Medan untuk penanganan lebih lanjut.Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. Sekitar pukul 17.00 WIB, diperoleh dari orang tua korban Sutrisno nama samaran (55) bahwa Fikra Muhammad Hakim dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Setelah itu, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sepat, Kelurahan Belawan Bahagia.
Orang tua korban,Sutrisno,kepada wartawan ini mengaku rela dan tidak akan membuat pengaduan kekantor Polres Pelabuhan Belawan.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret dalam memulihkan keamanan di kawasan Belawan yang belakangan ini dinilai semakin rawan.
Masih menurut warga Pajak Baru, hampir setiap malam bentrok pemuda terjadi di kampung kami, sepertinya Polres Pelabuhan tidak tegas menindak para pelaku tawuran, sepertinya tak ada amannya kampung kami ini.
Kami butuh Kapolres yang tegas, agar Belawan dapat aman,nyaman dan kondusif tambahnya
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Effendi Rosef masih enggan memberikan jawaban. ***


