#jack, medan
Di tengah merebaknya bahaya pemebaran Covid 19, warga kota Medan semakin cerdas hingga tak segan-segan memprotes fakta sosial di sekitar yang nyata2 melanggar kebiasaan baru. Kalangan warga kota kemudian menyorot keras ulah tokoh yang menurut mereka adalah orang terhormat, terpantau dua anggota dewan dari Aceh Selatan.
Kedua wakil rakyat berinisial ‘T’ alias W dan ‘M” kemarin ternyata bebas aja berdugem ria di diskotik JP Imam Bonjol kota Medan Rabu (10/2/2021). “Saat ada larangan bagi PNS keluar kota saat-saat tahun baru Imlek.
Menurut seorang sumber yang enggan disebutkan namanya,melihat 2 anggota DPRD Aceh tersebut “mereka sekitar 9 orang,5 lelaki dan 4 wanita semuanya wanitamuda. Mereka kayaknya wanita wanita LC (Ladies escort)yang biasa mangkal nemani joget” ujar sumber tersebut. Pengakuan pria berkulit agak gelap tersebut menyebut sekilas memang dugem ria ketiga orang ini sudah dilacak, “1 orang lagi setau aku PNS dia bg dr aceh selatan juga karena dia cukup sering menginap di hotel ini, Tolonglah abang bawa kamera agar bisa foto mereka saat akan masuk dan keluar lokasi dugem diskotik jp tersebut, ” pintanya meyakinkan.
Dia menyebut kedatangan wakil rakyat dan staf inti tersebut kesana tidak bisa memastikan tapi menduga bisa saja dugem ria mereka juga semacam pesta miras dan narkoba. ” Kok aparat tidak mengetahui aksi mereka ini ya, malah membiarkan, apalagi kan sekarang lagi corona” tanya pria kulit gelap ini dia juga mengatakan, siap mendampingi wartawan untuk cek lokasi. “Ayuk bang, kami kawani tuk buktikan ucapan kami ini,”
Ketika diminta no hp kedua oknum wakil rakyat dan staf inti dewan tersebut mereka berjanji akan memberikan kemudian. ” Dugem ria seperti ini kan bahaya bagi keluarga pak, termasuk keluarga wanita-wanita di Medan ini. Khabarnya wanita medan yang berstatus pendamping tersebut ada justeru yang sudah berumah tangga. Kan bahaya ini buat anak dan keluarga lain, siapa menjamin mereka pakai masker saat dugem”, sebutnya .
“Kalau abang tak memastikan tolonglah bang kasi tau ama kawan abg yang polisi agar mereka tertangkap basah, desaknya mengakhiri. ***

