Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
Ini Medan Bung
Advertisement
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Ini Medan Bung
No Result
View All Result
Home Sosial & Pendidikan

Pengamat Usulkan Tiga Model Alternatif Penyaluran MBG Pasca Kasus Keracunan

IniMedanbung.com by IniMedanbung.com
22 Agustus 2026
in Sosial & Pendidikan
0

byIniMedanbung.com

22 Agustus 2026
Pengamat Usulkan Tiga Model Alternatif Penyaluran MBG Pasca Kasus Keracunan
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

#jack, medan –

Pengamat pemerintahan Rafriandi Nasution mengusulkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul terjadinya kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di Sumatera Utara.

Menurut Rafriandi, pemerintah harus tetap memastikan program MBG berjalan karena menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi anak. Namun, mekanisme penyalurannya dinilai perlu dievaluasi dan tidak harus selalu menggunakan sistem dapur terpusat seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan sejumlah model alternatif agar program MBG tetap berjalan, tetapi risiko terhadap keamanan dan kualitas makanan dapat diminimalkan.

“Pertama, bagaimana pemerintah cepat tanggap agar MBG tetap jalan, tetapi modelnya dirubah. Misalnya, pihak pemerintah memberikan santunan atau bantuan kepada keluarga, kemudian keluarga diberikan daftar menu dan sebagainya. Sehingga yang menjamin anaknya makan terpenuhi itu keluarganya,” ujar Rafriandi saat ditemui di Gedung DPRD Sumut, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, model tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai pengawas. Dengan demikian, pengelolaan makanan tidak lagi terpusat dalam jumlah besar, melainkan dilakukan dalam kelompok-kelompok keluarga yang lebih kecil.

“Untuk pengawasannya bisa dikerjasamakan dengan PKK. Jadi satu model sistemnya adalah kelompok-kelompok kecil. Jangan diurus sampai ribuan, seperti sekarang yang terpusat di sekolah,” katanya.

Rafriandi menilai pola tersebut juga memungkinkan orang tua lebih mengetahui secara langsung makanan yang dikonsumsi anak. Pemerintah cukup menentukan standar kebutuhan gizi dan daftar menu, sementara keluarga dapat menyiapkan makanan sesuai ketentuan tersebut.

“Jadi bisa disalurkan ke rumah tangga-rumah tangga, tetapi diberikan daftar menunya. Sehingga masing-masing keluarga memasak sesuai dengan daftar menu itu. Dibuat kelompok-kelompok kecil dan diawasi oleh ibu-ibu PKK,” jelasnya.

Selain sistem berbasis keluarga, Rafriandi menawarkan model kedua berupa pemberian kupon makanan kepada penerima MBG.

Dalam skema ini, setiap anak atau keluarga mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan ke rumah makan yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Rumah makan tersebut nantinya menjadi sentra penyedia makanan di sekitar sekolah atau lingkungan tempat tinggal penerima manfaat.

“Yang kedua model kupon. Setiap keluarga atau anak itu kuponnya ditukarkan ke rumah makan-rumah makan. Jadi yang bisa menjamin persoalan makanan ini kan keluarga, ibunya, mamanya, dengan rumah makan,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui model kupon, orang tua dapat membawa makanan dari rumah makan yang telah ditunjuk untuk kemudian dikonsumsi anak di rumah. Menurutnya, mekanisme tersebut juga memungkinkan makanan diterima dalam kondisi lebih segar.

“Misalnya setiap sekolah ada beberapa sentra rumah makan di situ, kemudian diberikan kupon. Mamanya pergi ke sana untuk mengambil lauknya, kemudian dibawa pulang. Jadi makanan bisa lebih segar dan kebutuhan anak tetap terpenuhi,” ujarnya.

Rafriandi juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan SPPG sebagai satu-satunya model dalam penyediaan MBG. Ia khawatir apabila dapur MBG berkembang dengan pola bisnis yang terlalu besar, akan muncul persoalan baru dalam pelaksanaannya.

“Jangan SPPG ini berubah menjadi rumah makan yang menyediakan untuk MBG. Lama-lama akan bersaing dan akhirnya berdiri tolak ukur keuntungan. Saya kira pola bisnis seperti itu harus dievaluasi,” tegasnya.

Menurut Rafriandi, model ketiga dapat berupa kerja sama langsung antara pemerintah dengan rumah makan yang berada di sekitar sekolah. Pemerintah dapat menunjuk sejumlah rumah makan yang memenuhi standar kebersihan dan gizi, kemudian memberikan kupon kepada siswa penerima MBG.

“Yang ketiga, kerja sama dengan rumah makan. Setiap sekolah ada beberapa sentra rumah makan di situ, kasih kupon. Jadi orang tua tinggal mengambil makanan untuk dibawa pulang,” katanya.

Ia menilai ketiga model tersebut perlu diuji dan dibandingkan efektivitasnya dalam beberapa bulan. Evaluasi tidak hanya dilakukan dari sisi biaya, tetapi juga dari aspek keamanan pangan, kualitas makanan, serta dampaknya terhadap pertumbuhan anak.

“Ketiga model ini akan dilihat, bagaimana biaya dan efektivitasnya. Evaluasi tiga bulan ke depan. Sistem yang sekarang ini efektif atau tidak, karena sudah ada kejadian keracunan, berarti kan harus ada evaluasi,” ungkapnya.

Rafriandi mengatakan evaluasi terhadap sistem MBG harus dilakukan secara serius, termasuk menyelidiki sumber penyebab keracunan dan memastikan pihak yang bertanggung jawab.

“Evaluasinya luar biasa penting. Sampai harus ada yang dipecat, harus ada yang diberhentikan, harus ada investigasi siapa yang menyebabkan, kumannya di mana, penyakitnya apa dan sebagainya,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program MBG seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah makanan yang berhasil dibagikan kepada siswa. Pemerintah juga perlu melihat dampak nyata terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak.

“Nanti dievaluasi mana yang paling efektif. Pertumbuhan anaknya di mana yang paling baik. Kalau anak-anak di satu model pertumbuhannya lebih bagus, itu yang dikembangkan,” ujarnya.

Rafriandi berharap pemerintah tidak memaksakan satu sistem penyaluran MBG untuk seluruh daerah. Menurutnya, karakteristik setiap wilayah berbeda sehingga mekanisme pemenuhan gizi anak juga dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

“Jadi jangan dipaksakan satu sistem saja. Kalau satu sistem terpusat seperti sekarang, kesannya juga menjadi bisnis karena semuanya disediakan dan dikelola dalam satu pola. Padahal yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan makanan yang aman, bergizi dan sesuai kebutuhannya,” pungkasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Headline
Previous Post

Rico Waas Tak Hadir Peresmian BRT Mebidang: Ihwan Ritonga : Konyol Kalau Tidak Mendukung Program BRT

Next Post

Tembus Ritel Internasional, Produk UMKM Unggulan Medan Resmi Mejeng di Uniqlo Delipark Mall

Next Post
Tembus Ritel Internasional, Produk UMKM Unggulan Medan Resmi Mejeng di Uniqlo Delipark Mall

Tembus Ritel Internasional, Produk UMKM Unggulan Medan Resmi Mejeng di Uniqlo Delipark Mall

Berita Terbaru

  • Kisah Letjen Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar, Wali Kota Medan Beri Dukungan Promosi Hingga Nobar

    Kisah Letjen Djamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar, Wali Kota Medan Beri Dukungan Promosi Hingga Nobar

    22 Agustus 2026
  • Rico Waas Dorong CSR Perbankan Berdampak dan Tinggalkan Legacy bagi Masyarakat

    Rico Waas Dorong CSR Perbankan Berdampak dan Tinggalkan Legacy bagi Masyarakat

    22 Agustus 2026
  • Car Free Night Kesawan Dorong Perputaran Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata

    Car Free Night Kesawan Dorong Perputaran Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata

    22 Agustus 2026
  • Tembus Ritel Internasional, Produk UMKM Unggulan Medan Resmi Mejeng di Uniqlo Delipark Mall

    Tembus Ritel Internasional, Produk UMKM Unggulan Medan Resmi Mejeng di Uniqlo Delipark Mall

    22 Agustus 2026
  • Rico Waas Tak Hadir Peresmian BRT Mebidang: Ihwan Ritonga : Konyol Kalau Tidak Mendukung Program BRT

    Rico Waas Tak Hadir Peresmian BRT Mebidang: Ihwan Ritonga : Konyol Kalau Tidak Mendukung Program BRT

    22 Agustus 2026
  • Pengamat Kritik Penunjukan Menhub Dudy Purwagandhi Jadi Ketua DPW PAN Sumut

    Pengamat Kritik Penunjukan Menhub Dudy Purwagandhi Jadi Ketua DPW PAN Sumut

    22 Agustus 2026
  • Tiga Kendaraan di Rumah Ketua DPRD Medan Saat Pohon Tumbang, Sekretariat Jelaskan Statusnya

    Tiga Kendaraan di Rumah Ketua DPRD Medan Saat Pohon Tumbang, Sekretariat Jelaskan Statusnya

    22 Agustus 2026
  • Wali Kota Medan Dorong Penguatan Sinergi Dengan Perguruan Tinggi Guna Hasilkan Pembangunan Berbasis Ilmu Pengetahuan

    Wali Kota Medan Dorong Penguatan Sinergi Dengan Perguruan Tinggi Guna Hasilkan Pembangunan Berbasis Ilmu Pengetahuan

    21 Agustus 2026
  • UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

    UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

    21 Agustus 2026
  • Ketua Karang Taruna Bukan Pemburu Rente, Tapi Pemberi Keteladanan

    Ketua Karang Taruna Bukan Pemburu Rente, Tapi Pemberi Keteladanan

    21 Agustus 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube

PT. MEDIA MEDAN MANDIRI (M-3)

NPWP : 74.561.041.0-113.000

Sejak 2005

Anggota Serikat Perusahaan Pers (SPS)

No. 672/2005/02/E/2020

Office

  • Jl. KL Yos Sudarso KM 15,5 No 120 Medan
  • 061 – 6850370
  • redaksi@inimedanbung.com, yokowebs@yahoo.com
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Lingkungan
  • Advetorial

© 2022 Ini Medan Bung. All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!