#jack, medan –
Sekretaris Lembaga Konsumen Indonesia Binjai Langkat (LKI-BL), Yoko Soesilo Chou, MBA, menyoroti kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dinilai berdampak terhadap aktivitas dan produktivitas nasional masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kebutuhan produktivitas masyarakat.
Yoko mengatakan, kelangkaan BBM menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU. “Kondisi itu membuat masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk memperoleh bahan bakar, sehingga berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelaku usaha mikro, pengemudi angkutan, nelayan, petani, dan pekerja sektor informal,” kata Yoko Soesilo Chou ketika ditemui di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/07/2026).
Ia menilai, ketersediaan BBM merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menunjang roda perekonomian. Apabila distribusi terganggu, maka berbagai sektor usaha ikut terdampak, mulai dari meningkatnya biaya operasional hingga menurunnya produktivitas masyarakat.
Menurut Yoko, pemerintah bersama pihak terkait perlu memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan merata hingga ke seluruh daerah. Pengawasan terhadap rantai distribusi juga dinilai penting agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat memperburuk kondisi di lapangan.
Selain itu, ia mendorong adanya transparansi informasi kepada masyarakat mengenai penyebab terjadinya kelangkaan maupun langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasinya. Dengan informasi yang jelas, masyarakat diharapkan tidak terpancing melakukan pembelian secara berlebihan.
Yoko juga meminta agar kepentingan masyarakat kecil menjadi prioritas dalam setiap kebijakan penyaluran BBM.
Menurutnya, kelompok tersebut paling merasakan dampak apabila pasokan bahan bakar mengalami gangguan dalam waktu yang cukup lama.
Ia menambahkan, kelancaran distribusi BBM tidak hanya penting bagi Sumatera Utara, tetapi juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.
Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Lembaga Konsumen Indonesia-BL, lanjut Yoko, akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait pelayanan dan ketersediaan BBM. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan penyebab spesifik kelangkaan BBM yang dimaksud maupun tanggapan dari pihak terkait atas pernyataan tersebut.
Sesuai prinsip keberimbangan yang seimbangan dalam pemberitaan, penjelasan dari instansi dan pihak berwenang tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat. ***


