#hendrik-rompas, belawan –
ABK: Personel Pos TNI AL (Posal) Medan Labuhan menangani kecelakaan kerja yang menimpa seorang anak buah kapal (ABK) KM Cendrawasih I yang tewas di perairan Belawan, Jumat (24/04/2026)
POS- Personel Pos TNI AL (Posal) Medan Labuhan menunjukkan respon cepat dalam menangani kecelakaan kerja yang menimpa seorang anak buah kapal (ABK) KM Cendrawasih I di perairan Belawan, Jumat (24/4/2026) pagi.
Korban, Edwin M. H. Manalu (56), yang mengalami kecelakaan saat aktivitas penangkapan ikan sekitar pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terjatuh ke dalam palka kapal. Rekan-rekan sesama ABK segera melakukan evakuasi dan kapal pun langsung diarahkan kembali ke pangkalan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong. Edwin dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.30 WIB.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I Kolonel Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan yang diterima setibanya kapal di Posal Medan Labuhan.
Setibanya di Posal Medan Labuhan sekitar pukul 08.00 WIB, laporan langsung kami tindaklanjuti. Prajurit TNI AL bergerak cepat berkoordinasi dengan Rumah Sakit TNI AL Komang Makes Belawan, menyiapkan ambulans, serta melakukan evakuasi jenazah korban, ujar Wahyu.
Ia menambahkan, tidak hanya melakukan penanganan teknis, prajurit TNI AL juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses di rumah sakit berlangsung.
Pihaknya juga turut mendampingi pihak keluarga hingga seluruh proses penanganan di rumah sakit selesai, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan, tambahnya.
Selain itu, TNI AL turut memfasilitasi komunikasi antara keluarga korban dengan pemilik kapal KM Cendrawasih I. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya kejelasan tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi.
Dari hasil komunikasi tersebut, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kerja di sektor perikanan, khususnya bagi para nelayan dan ABK yang beraktivitas di laut lepas. Di sisi lain, kesigapan aparat TNI AL dalam merespons situasi darurat kembali menegaskan komitmen mereka dalam memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat pesisir.
TNI AL akan selalu hadir untuk masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis, tutup Wahyu.***


