#jack, medan =
Anggota DPRD Sumut Landen Marbun berharap sarana dan prasarana pendukung harus dibangun, guna melengkapi kehadiran Islamic Center yang berdiri di atas lahan 22 hektare di kawasan Tuntungan, yang kini belum juga selesai.
“Maunya dibangun sarana pendidikan, atau yang lainnya agar kawasan di Islamic Center tidak kosong atau sepi,” kata Landen kepada wartawan di Medan, Rabu (23/7/2025).
Politisi PDI P itu merespon pembangunan Gedung Islamic Center Medan yang berlokasi di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, hingga kini, Minggu (20/7) belum rampung.
Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara I telah melakukan peninjauan terhadap lokasi pembangunan Medan Islamic Center (MIC) dan menemukan sejumlah hal yang menjadi catatan penting. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, Tim Kunker mencatat bahwa bangunan Medan Islamic Center (MIC) berdiri di tengah kawasan yang tidak memiliki pemukiman penduduk di sekitarnya dan tidak terdapat aktivitas keagamaan maupun sosial yang berlangsung di lokasi tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar terkait efektivitas pemanfaatan Medan Islamic Center (MIC), mengingat sejak awal pembangunan, kawasan tersebut dirancang sebagai pusat kajian, pendidikan Islam terpadu, festival budaya Islam, kegiatan keagamaan rutin, dan pesantren.
Pinjauan lebih lanjut, Tim Kunker juga tidak menemukan keberadaan fasilitas-fasilitas pendukung yang memadai untuk menunjang kegiatan sebagaimana telah direncanakan. Menurut pandangan Tim Kunker, seyogianya pembangunan infrastruktur pendukung—seperti ruang kajian, fasilitas pendidikan, aula kegiatan, dan sarana publik lainnya—harus didahulukan guna menumbuhkan aktivitas dan kehidupan sosial-keagamaan di sekitar Medan Islamic Center (MIC).
Tim juga menyayangkan kondisi infrastruktur di sekitar kawasan MIC yang belum memadai. Meskipun bangunan Masjid telah berdiri dengan megah, aksesibilitas menuju lokasi masih sangat terbatas, termasuk belum tersedianya jalan yang layak serta lahan parkir yang representatif. Ketidaksiapan infrastruktur ini berpotensi menghambat partisipasi masyarakat untuk datang dan beraktivitas di Medan Islamic Center (MIC), serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi calon pengunjung.
Tim Kunker mendorong adanya komitmen yang lebih serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam hal pemberian Bantuan Keuangan Provinsi (BKP). Bantuan tersebut seyogianya tidak hanya bersifat finansial, namun juga disertai dengan pendampingan teknis melalui rapat koordinasi yang intensif, penyusunan rencana induk yang komprehensif, serta pemberian saran konstruktif dan solutif demi kemajuan proyek tersebut. Dengan demikian, keberadaan Medan Islamic Center dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi pusat peradaban Islam yang aktif di Sumatera Utara. ***


